World of Mine
Say thanks and Always be grateful !!!!!! :D

Garasi Armand

Armand yang masih berumur sembilan tahun itu sangat suka sekali membaca dan ia ingin menjadi orang kaya seperti Warren Buffet dan berdagang seperti Nabi Muhammad S.A.W. ,  itu sebabnya ibunya mengajarinya dan adiknya untuk menabung. Pada suatu hari buku yang baru di belikan ayahnya di rusak oleh adiknya, Balqis. Tentu saja ayahnya sangat marah sekali.

“inilah buku yang baru ayah belikan sudah hancur di rusak Balqis, lihat buku yang baru saja ayah belikan seharga Rp. 50.000 tidak seperti baru lagi, melainkan buku bekas… buku ini mahal tetapi dudah ti dak berguna” ungkap ayahnya seraya meninggalkan Armand di belakang rumah. Armand meratapi buku barunya yang sudah tidak berguna lagi. Buku rusak! Buku bekas! Buku tak berguna! Ketiga perkataan ssayahnya berputar-putar dalam di pikiranya. Tanpa sadar, dia mendapat ide dari insiden itu.

“seandainya aku berdagang buku bekas, aku bisa menambah uang tabunganku Pasti ayah dan ibu tentu gembira” piker Armand. Ia mulai memikirkan rencananya untuk berdagang buku bekas. Tak lama kemudian sura halus dan nyaring bilqis menyentak jantung Armand.

“kakak, Paman ngah telepon! Cepatlah!”. Tiba-tiba wajah Armand berseri kembali setelah mendengar suara adiknya. Armand segera menceritakan idenya kepada pamanya.

“dagang di garasi?” Tanya pamanya. Ia bercakap-cakap dengan Armand via Telepon.

“Paman ngah bisa tolong aku? Tolong rahasiakan hal ini dari ayah dan ibu” Bisik Armand di corong telepon.

Kesekonya harinya, setelah makan pagi tiba-tiba Armand memanggil ibunya.

“ibu, gudang di belakang rumah apa masih mau di gunakan??” Tanya Armand dengan suara bergetar.

“kamu mau pakai untuk apa gudang itu???”kata bu Aida.

“aku ingin memakainya sebagai ruang kerja dan tempat untuk berdiskusi bersama teman” ujarnya. Ayah dan ibunya saling berpandangan. Lalu ayahnya berkata.

“gudang itu kotor, harus dibersihkan dulu”

Wajah Armand langsung berseri, ia segera membersihkan gudang itu dengan sungguh-sungguh. Setelah itu dia berpikir kembali

“darimana aku bia mendapatkan buku bekas itu???” ujarnya bingung.

“oya aku bisa membeli buku bekas milik orang di sekitar rumah dan sekolah ku, dengan uang tabunganku”. Kesokan harinya Armand Mulai membeli buku-buku bekas

Di sekitar perumahanya  pada hari pertama cukup banyak buku yang di dapatkanya beberapa dari bukunya itu dia dapatkan secara gratis. Hari kedua jugaa banyak yang dapatkan. Hari berangsur-sngsur berlalau tanpa sadar sudah banyak buku yang ia dapatkan.

“Ku rasa buku ini sudah cukup untuk usahaku ini” ujarnya gembira.

Armand membuka tokonya  hanya pada saat akhir pekan saja, tentusaja pada saat ayah dan ibunya tahu. Ia berdagang dengan di bantu sahabatnya Adam. Pada saat hari pertama tak ada seorang pun yang datang ke toko buku Armand.

“Sepertinya aku tahu kenapa tak seoarngpun yang datang, mana ada orang yang mau memebeli bukunya setelah di jual kepada mu..??” ujar adam.

“o iya mengapa hal itu tak terpikirkan olehku…?? Lalu bagaimana caranya agar dagangan tetap laku??” ujranya bingung.

“emm buat saja selebaran yang mempromosikan tokomu ini.. dan selebaran itu kita edarkan ke prumahan sebelah.” Ujar Adam.

“wah bagus juga idemu dam.. baiklah aku akan segera memebuatnya dan kapan kita akan mengedarkanya??” ujar Armand.

“sepulang sekolah saja” ujar adam.

Ternyata benar setelah selebara itu di bagikan banyak pelanggan yang datang, hanya beberapa minggu saja Sebagian buku dagangan Armand habis. Akan tetap ada beberapa tetangganya yang tidak suka akan keberhasilan Armand bejualan. Ada yang merasa terganggu, bahkan ada yang rela meletakkan paku tajam di sekitar rumah araman sehingga ban sepeda motor maupun mobil pelanggan Armand kempes. Tetapi itu tak menyebabkan pelanggan Armand berkurang, pelanggan Armand rela memarkir kendaraanya jauh dari rumah Armand dan berjalan kakai ke rumah Armand.

Setelah beberapa minggu ia menghitung hasil pendapatanya.

“Rp. 194.000 alhamdulillah cukup banyak uang yang aku dapatkan..” ia segera menelfon Adam untuk memberikan sebagian hasil pendapatanya karna adam sudah banyak membantu.

“wah terima kasih yak au memang anak baik aku tak menyangka memiliki sahabat sepertimu man” ujar Adam bahagia.

Seperti biasa pada akhir pekan ayah dan ibunya mengajak armand pergi jalan-jalan. Karena Armand harus membuka tokonya ia tidak ikut. Ayah dan ibunya semakin curiga. Setelah ayah dan ibunya berangkat armand segera mebuka tokonya beberapa menit kemudian para pelanggan Armand datang berbondong dari pintu masuk perumahan. Akan tetepi ayah dan ibu beserta adiknya pulang agak awal. Sesampainya di pintu masuk ayah armand terheran-heran

“mengapa banyak mobil dan sepeda motor disini… ta seperti biasanya??” Tanya ayah armand.

“mungkin d acara pernikahan”ujar ibunya. Ayah armand terpaksa memarkir kendaraan mereka agak jauh dari rumah. Mereka berjalan kaki untuk menuju ke rumah.

“masya allah, mengapa banyak orang di depan rumah kita.???” Ujar ibunya terheran-heran.

“iya, tidak seperti biasanya… ayah akan voba menelfon paman Ngah” ujarnya seraya memegang HPnya.

“Assalamualaikum bang ini aku, apakah abang tahu mengapa hari ini banyak orang datang ke rumah kami bang??” ujar ayah armand.

“Waalikumsaalam, tenang saja anakmu sedang menjalankan bisnis keciya.. sudah jangan mengganggunya..??” ujar paman ngah dengan penuh misteri.

“baiklah bang assalamualaikum..” ujar ayahnya. Mereka tidak jadi pulang kerumah, mereka memilih mencari warung untuk makan siang. Pada malam harinya semua semua berlagak tidak tahu apa yang armand lakukan tadi siang. Setelah paman ngah datang mereka semua duduk di ruang tamu.

“apa yang kamu lakukan tadi siang..??” kata ayahnya.

“emm anu.. tadi ada..” jawab armand terbata-bata.

“sudahlah jangan berbohong kami sudah tau apa yang kamu lakukan..” ujar ibunya.

“ayah dan ibu tidak marah padaku” ujar armand ragu.

“tidak, bahkan kami bangga padamu , karena kamu sudah mau kerja keras meskipun masih dalam usia yang sangat muda” ujar ayahnya senang. Diikuti dengan memeluk Armand erat-erat.

Setelah rahasianya terbongkar . Usaha Armand semakin maju. Bahkan tidak hanya buku yang ia jual melainkan gantungan kunci, serta souvenir-souenir yang lain. Yang ia buat bersama adik dan ibunya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Tidak terasa tabungan Armand sudah banyak. Ia bisa mnggunakan tabunganya untuk memebeli barang2 ia butuhkan untuk tahun ajaran baru di sekolahnya. Ia senang sekali Karena dapat membeli kebutuhanya sendiri dari hasil jerih payahnya sendiri.

 

 

 

Belum Ada Tanggapan to “Garasi Armand”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: