World of Mine
Say thanks and Always be grateful !!!!!! :D

Ending Doraemon

Pada suatu hari sepulang sekolah, Nobita bergegas menuju kamarnya dan hendak mengajak Doraemon bermain. Ternyata Doraemon sedang tidur di kamar.
“Doraemon… Main yyuuukkkk…!!!”, ajak Nobita.
Tapi Doraemon tidak bereaksi. Nobita berpikir, mungkin Doraemon beristirahat karena kelelahan. Akhirnya, dia pun pergi bermain sendiri ke rumah Shizuka.
Beberapa jam kemudian, Nobita pulang. Dan ternyata Doraemon masih tidur. Nobita mulai merasa curiga. Dia mencoba membangunkan Doraemon. Namun tetap tak ada reaksi. Nobita mulai khawatir dengan keadaan Doraemon tersebut.
Dia berusaha dengan berbagai cara untuk membangunkan Doraemon. Namun tetap sia sia saja. Bahkan dia sudah menangis, merengek, dan berteriak, seperti yang biasa diia lakukan jika mempunyai masalah. Namun Doraemon tetap diam.
Nobita kemudian punya ide untuk pergi ke masa depan dan menemui Dorami, adik Doraemon. Dia mengajak Dorami untuk datang ke tahun 1998, waktu saat itu dan melihat kondisi Doraemon.
Setelah memeriksa Doraemon beberapa lama, akhirnya Dorami pun menjelaskan apa yang terjadi dengan Doraemon.
“Baterainya habis”, jelas Dorami.
Awalnya, Nobita merasa lega. “Jadi cuma habis baterai ya? Gak rusak kan?”, tanya Nobita. “Kalau begitu, Dorami tolong ganti aja baterainya agar Doraemon bisa bangun lagi”.
Namun Dorami menggelengkan kepala. “Tapi… Aku tidak bisa melakukannya Nobita”, ujar Dorami.
“Kenapa?”
“Baterai utama Doraemon ada di sini, di dekat kantongnya dan sekarang telah habis. Sebenarnya, dia punya baterai cadangan di telinganya. Tapi kamu pasti tau, kalau telinga Doraemon rusak digigit tikus beberapa tahun lalu. Jadi sekarang Doraemon gak punya baterai cadangan”, jawab dorami.
“Jadi…?”
“Jadi kalau aku mengganti baterainya, maka semua memori tentang kamu akan terhapus. Doraemon gak akan mengenalmu lagi, Nobita”
Mendengar hal itu, Nobita menutup matanya dan mulai menangis.
Akhirnya, dia pun berkata pada dorami. “Terima kasih, Dorami! Biar aku yang mengurus Doraemon sekarang. Kamu bisa kembali ke masa depan”.
Dorami sesaat tertegun. Tidak tahu harus berbuat apa. Lalu dia memeluk lembut nobita, sebelum akhirnya kembali ke masa depan.
Kemudian, Nobita dengan hati-hati menyimpan jasad Doraemon di dalam lemari.
Tahun 2010
Nobita sudah beranjak dewasa. Sejak kematian Doraemon, Nobita berubah drastis. Dia sadar selama ini selalu bergantung pada Doraemon. Maka sejak saat itu Nobita yang biasanya pemalas, berubah menjadi rajin belajar serta tidak cengeng dan gampang mengeluh lagi.
Kematian Doraemon sendiri, dirahasiakan Nobita dari teman-temannya. Dia hanya mengatakan, bahwa Doraemon telah kembali ke masa depan.
Ternyata perubahan drastis Nobita membuat Shizuka menjadi jatuh cinta padanya. Dan akhirnya mereka menikah.
Berkat kerja kerasnya, Nobita menjadi seorang ilmuwan. Dia mempunyai laboratorium pribadi di kamarnya. Dan dia tidak mengizinkan siapapun masuk ke sana, bahkan Shizuka sekalipun, dengan alasan berbahaya.
Hingga suatu hari, Nobita memanggil Shizuka ke laboratoriumnya. Shizuka sangat terkejut, melihat apa yang sebenarnya dirahasiakan oleh Nobita selama ini di dalam laboratoriumnya. Di sana Shizuka melihat sesosok robot yang sangat dikenalnya saat masih kecil. Dia melihat Doraemon terbaring tidak bergerak.
“Sebentar Shizuka!Aku akan menghidupkannya”. Nobita menekan sebuah tombol yang berada di dekat Doraemon. Dengan perlahan robot itu pun membuka matanya.
Dan jelaslah saat itu, bahwa sebenarnya Doraemon diciptakan oleh Nobita sendiri. Dia menjadi rajin dan tekun belajar, karena ingin menghidupkan kembali sahabat terbaiknya itu. Lalu kemudian, Nobita dewasa mengirim Doraemon ke masa lalu untuk menolong Nobita SD dan untuk mendidiknya agar menjadi Nobita yang sekarang.

http://kisahmata.blogspot.com/2007/12/doraemon-end.html

Belum Ada Tanggapan to “Ending Doraemon”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: