World of Mine
Say thanks and Always be grateful !!!!!! :D

Akhirnya sadar juga

Aku memiliki seorang paman namanya Paman Hamid. Aku biasa memanggil pamanku dengan sebutan Om. Om Hamid bekerja sebagai guru. Tubuhnya tinggi dan kurus. Rambutnya hitam lurus. Dia memiliki istri, aku biasa memanggilnya Tante Ani. Om Hamid memiliki dua anak, Andre dan Voni. Sar ini, Kak Andre kuliah di Universitas Brawijaya Semester 3. Dan Kak Voni bersekolah di SMA 5 Malang Kelas 2.
Om Hamid suka bersepeda dan merokok. Dalam Satu hari dia bisa menghabiskan 2 bungkus rokok. Padahal Tante Ani sudah melarangnya untuk tidak merokok lagi. Karena bisa membahayakan dirinya dan orang lain. Namun Om hamid tetap saja merokok. Padahal Om hamid sudah tahu apa saja zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok, seperti: Nikotin, Karbon Monoksida, Ammonia, Hidrogin Sianida, Phenol, Acetol dll. Itu semua sangat berbahaya. Namun Om Hamid tidak menghiraukanya, Katanya sakit itu adalah takdir. Jadi kita jalani saja. Padahalkan apa salahnya kita mencoba untuk mencegahnya.
Beberapa waktu yang lalu, Aku berkunjung ke rumah Om Hamid. Untuk mengantarkan kue buatan Mama. Sesampainya disana, kulihat Om Hamid sedang merokok di teras rumahnya. Setelah aku bertanya kemana kak Voni, ternyata kak Voni sedang sakit, Nafasnya sesak dan batuk-batuk. Aku turut prihatin. Setelah memberikan kue kepada Tante Ani, aku segera ke teras depan untuk berbincang-bincang dengan Om Hamid. Om Hamid bercerita bahwa dia sudah menghabiskan 5 batang rokok. Dan dia juga bercerita bahwa tadi pagi dia dimarahi Tante Ani karena pagi-pagi sudah merokok. Ha..ha..ha.. memang seharusnya begitu. Tak terasa hampir 1 jam aku ngobrol dengan Om Hamid. Sekitar jam 4 sore, aku segera pulang.
Sesampainya di rumah. Aku menceritakan semua yang aku bicarakan bersama Om Hamid kepada Papa dan Mamaku. Papa dan mamaku tertawa terbahak-bahak. Beberapa menit kemudian telfonku berdering. Ternyata itu dari Om Hamid. Om hamid bilang “Sakit Kak Voni makin parah”. Nafasnya sampai terengah-engah. Sehingga harus di bawa ke rumah sakit. Dia minta tolong kepada Papaku untuk mengantarkannya ke rumah sakit untuk memeriksakan Kak Voni.
“Aku boleh ikut pa?” kataku.
“Boleh, ayo cepat ganti baju” Kata papa seraya memakai jaket.
Sesampainya di rumah sakit dokter mengatakan bahwa kak Voni , terserang infeksi paru-paru. Sebagian besar disebabkan Kak voni terlalu banyak menghisap asap rokok. Dan siapa lagi yang merokok di rumah mereka, kecuali Om Hamid. Om hamid sangat terpukul, dan dia sangat menyesal sekali. Selain dia telah membahayakan anaknya, dia perlu banyak uang untuk biaya berobat kak voni. Sekarang Om Hamid sadar betapa bahayanya merokok itu. Sejak saat itu Om Hamid Tidak merokok lagi, dan di gerbang rumahnya ditempeli rambu-rambu yang berisi perintah “NO SMOKING”

Belum Ada Tanggapan to “Akhirnya sadar juga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: