World of Mine
Say thanks and Always be grateful !!!!!! :D

Akhirnya Tau Rasa (Cerpen Kesesahatan)

Rio adalah anak kelas 4 SD yang berbadan sangat gemuk, dia sangat menyukai permen dan coklat. Dalam satu hari Rio bisa menghabiskan 3 batang coklat dan 20 bungkus permen. Rio juga malas menyikat gigi. Ibu dan ayahnya sudah melarangnya, karena permen dan coklat bisa menambah berat badan dan menyebabkan sakit gigi. Meskipun begitu Rio tetap tidak menghiraukan apa yang dikatakan orang tuanya. Walaupn di rumah ia dilarang memakan permen dan coklat, tetapi di sekolah Rio menghabiskan uangnya untuk membeli permen dan coklat.
Pada suatu hari, saat Rio Jajan di kantin, Dia bertemu Bu Guru. Lalu Bu Guru melarang Rio untuk tidak Jajan coklat dan permen banyak-banyak.
“Rio… ayo kurangi Coklatmu, beli satu saja!!!!” Kata Bu Guru.
“Ia Bu….” Ucap Rio Sedih.
Namun, setelah pulang sekolah, Rio Menuju Kantin dan membeli 5 Batang Coklat, dan 20 Biji Permen, lau disimpanya di dalam Loker sekolah miliknya. Setelah itu Rio Langsung Pulang.
Keesokan harinya, Bu Guru mengumumkan bahwa sekolah Rio akan dikunjugi oleh sebuah Klinik Gigi dan akan ada pemeriksaan Gigi secara bergantin.
“Ooh, hanya periksa Gigi, Tidak dicabut kan Bu” Kata Rio.
“Tidak, kamu tenang saja, Oh ya anak-anak besok kalian harus membawa Odol, Sikat Gigi, dan sebuah cangkir untuk melakukan praktek menyikat gigi yang benar” Ucap Bu Guru sambil tersenyum. Pada hari itu Rio lupa akan semua coklat dan permen yang dia beli di kantin.
Pada sore harinya,
Rio Ingin membeli Gulali yang lewat di depan rumahnya.
“Bu.. ayo belikan Rio Gulali.. bu… mumpung yang jual belum Jauh” Rengek Rio.
“Enggak, sepulang sekolah kamu sudah Ibu belikan coklat Rio…” Kata ibunya.
“Itu kan coklat, aku ingin permen..” Rengek Rio lagi.
Karena Ibu Rio tidak tega melihat anaknya merengek terus akhirnya ia membelikan Rio sebuah permen Gulali.
“Ia..ia.. ini ibu belikan” Ucap Ibu Rio sembari tersenyum.
“Horee……” Teriak Rio Senang.
Di Sekolah, Rio sudah siap dengan cangkir, odol, dan sikat giginya. Pada sesi pertama, anak-anak akan diajak ke mobil klinik untuk memeriksakan giginya. Anak-anak dipanggil secara bergantian menurut absen kelas masing-masing.
Tiba saat giliran Rio, Ia berjalan menuju mobil klinik dengan perasaan tenang. Setelah pemeriksaan gigi selesai, dilanjutkan dengan menyikat gigi. Semua anak mengikuti instruksi seorang dokter dari klinik tersebut dengan benar.
Sepulang sekolah, Rio dipanggil Bu Guru untuk menghadap beliau di Ruang Guru.
“Rio, ini ada sebuah surat untuk orang tuamu” Kata Bu guru.
“Untuk apa surat ini bu?” Ucap Rio bingung.
“Sudahlah berikan saja kepada orang tuamu” Ucap Bu Guru Sambil mengusap kepala Rio.
“Baik Bu” Ucap Rio sembari mencium tangan Bu Guru, untuk berpamitan.
Sesampainya di rumah, Rio memberikan surat itu kepada Ayah dan Ibunya.
“Surat apa ini Rio, pasti surat ini berisi kalau kamu membuat ulah di sekolah” Kata ayahnya.
“Tidak yah, aku sama sekali tidak melakukan apa-apa”Kata Rio tertunduk.
“Sudahlah yah, buka dulu suratnya” Kata Ibu Rio.
Ayah Rio langsung membuka surat itu, dan segera membacanya.
“Surat ini menerangkan hasil pemeriksaaan gigi di sekolah, dan disini dinyatakan bahwa gigi Rio harus dicbut, karena sudah berlubang” Kata Ayahnya.
“Apa??? Di cabut??, tidak, dicabut itu kan sakit yah.. aku tidak mau” Ucap Rio membantah.
“Tidak apa-apa Rio, nanti akan dibius,dan rasa sakitnya akan berkurang, apabila dibiarkan, akan menjadi penyakit” Ujar ibunya mengarkan hati Rio.
“Benarkah Bu, eeeemmm baiklah aku mau” Ujar Rio.
“Nah gitu dong, ini baru anak ayah. Jadikan ini pelajaran agar kamu tidak banyak memakan coklat dan permen dan kamu menjadi rajin sikat gigi” Ujar ayahnya bangga. Pada hari itu juga Rio dibawa ke Klinik Gigi untuk dicabut giginya.
Keesokan harinya Bu Guru menayakan apa Rio sudah mencabut giginya.
“Bagaimana Rio? Apa kamu sudah mencabut gigimu?” Tanya Bu Guru.
“Sudah Bu” Kata Rio
“Nah Mulai sekarang jangan banyak-banyak lagi memakan permen dan coklat ya” Kata Bu Guru Menasehati. Tiba-tiba Rio Teringat akan permen dan coklat yag dia simpan didalam Loker. Pada waktu istirahat, ia segera mengambil permen dan coklatnya dan berharap masih baik untuk dimakan. Namun ternyata tidak, Semua permen dan coklatnya di makan semut, Rio sangat menyesal dan dia berjanji tidak akan memakan banyak permen dan coklat lagis, dan semakin rajin menggosok gigi.

Belum Ada Tanggapan to “Akhirnya Tau Rasa (Cerpen Kesesahatan)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: